Tag Archive | Renungan

Memberi 1 Dirham, Mendapat 120.000 Dirham Dari Allah

givingDari Al-Fudhail bin Iyadh, ia berkata, seorang laki-laki menceritakan kepadaku: “Ada laki-laki yang keluar membawa benang tenun, lalu ia menjualnya satu dirham untuk membeli tepung. Ketika pulang, ia melewati dua orang laki-laki yang masing-masing menjambak kepal kawannya. Ia lalu bertanya, ‘Ada apa?’ Orang pun memberitahunya bahwa keduanya bertengkar karena uang satu dirham. Maka, ia berikan uang satu dirham kepada keduanya, dan iapun tak memiliki sesuatu.

Ia lalu mendatangi isterinya seraya mengabarkan apa yang telah terjadi. Sang isteri lalu mengumpulkan perkakas rumah tangga. Laki-laki itu pun berangkat kembali untuk menggadaikannya, tetapi barang-barang itu tidak laku. Tiba-tiba kemudian ia berpapasan dengan laki-laki yang membawa ikan yang menebar bau busuk. Orang itu lalu berkata kepadanya, ‘Engkau membawa sesuatu yang tidak laku, demikian pula dengan yang saya bawa. Apakah Anda mau menukarnya dengan barang (daganganku)?’ Ia pun mengiakan. Ikan itu pun dibawanya pulang. Kepada isterinya ia berkata, ‘Dindaku, segeralah urus (masak) ikan ini, Baca Lanjutannya…

Iklan

Aspirasi

littleturtleDua anak kura-kura saling bertatapan ketika orang yang memeliharanya menempatkan mereka di akuarium kering. Padahal, dua kura-kura kecil itu tergolong kura-kura air. Kontan saja, mereka blingsatan.

“Dasar, manusia kurang pengetahuan!” suara kura-kura yang agak lebih besar. “Iya, kenapa manusia ini tidak belajar dulu tentang kita?” sahut yang kecil menimpali.

Tak lama, keduanya pun merasakan siraman air. Byurr! Dua anak kura-kura menyambut gembira. Tapi, kegembiraan itu tak lama. Karena air yang tersiram begitu banyak, Baca Lanjutannya…

Kesenjangan

elang1Seekor anak elang begitu serius menatapi suasana kehidupan dari atas bukit. Pandangannya yang tajam terus mengikuti hampir setiap gerakan yang muncul. Ular yang merayap dari bebatuan satu ke bebatuan lain. Kelinci yang melompat dari rerumputan satu ke rerumputan lain. Ikan-ikan yang melenggak-lenggok mengusik kejernihan bayangan permukaan air. Dan lain-lain.

Satu hal yang membingungkan si anak elang: semua gerakan itu tampak begitu lamban. Bagaikan kombinasi beberapa titik yang bergerak lambat. “Kenapa mereka begitu lambat?” ujarnya dalam seribu satu keingintahuan.

Ia pun mengangguk-angguk ketika beberapa elang dewasa memangsa hewan-hewan di bawah bukit itu dengan mudah. “Tentu saja kena. Mereka begitu lamban!” gerutunya penuh yakin.

“Kamu tidak turun memangsa, Nak?” Baca Lanjutannya…