Archive | Maret 2009

Sunan Ampel / Raden Rachmat

sunanampelPRABU Sri Kertawijaya tak kuasa memendam gundah. Raja Majapahit itu risau memikirkan pekerti warganya yang bubrah tanpa arah. Sepeninggal Prabu Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada, kejayaan Majapahit tinggal cerita pahit. Perang saudara berkecamuk di mana-mana. Panggung judi, main perempuan, dan mabuk-mabukan menjadi ”kesibukan” harian kaum bangsawan –pun rakyat kebanyakan.

Melihat beban berat suaminya, Ratu Darawati merasa wajib urun rembuk. ”Saya punya keponakan yang ahli mendidik kemerosotan budi pekerti,” kata permaisuri yang juga putri Raja Campa itu. ”Namanya Sayyid Ali Rahmatullah, putra Kakanda Dewi Candrawulan,” Darawati menambahkan. Tanpa berpikir panjang, Kertawijaya mengirim utusan, menjemput Ali Rahmatullah ke Campa –kini wilayah Kamboja.

Ali Rahmatullah inilah Baca Lanjutannya…

Umar dan Ibu Pemasak Batu

umar-bin-khattabSuatu masa dalam kepemimpinan Umar, terjadilah Tahun Abu. Masyarakat Arab, mengalami masa paceklik yang berat. Hujan tidak lagi turun. Pepohonan mengering, tidak terhitung hewan yang mati mengenaskan. Tanah tempat berpijak hampir menghitam seperti abu.

Putus asa mendera di mana-mana. Saat itu Umar sang pemimpin menampilkan kepribadian yang sebenar-benar pemimpin. Keadaan rakyat diperhatikannya saksama. Tanggung jawabnya dijalankan sepenuh hati. Setiap hari ia menginstruksikan aparatnya menyembelih onta-onta potong dan menyebarkan pengumuman kepada seluruh rakyat. Berbondong-bondong rakyat datang untuk makan. Semakin pedih hatinya. Saat itu, kecemasan menjadi kian tebal. Baca Lanjutannya…

Bau Harum Masyithah

camelsMasyithah pelayan putri Fir’aun. Ia ibu yang melahirkan putra-putra berlian. Wanita yang berani mempersembahkan jiwa-raga untuk agama Allah swt. Ia seorang bunda yang memiliki sifat kasih sayang dan kelembutan. Mencintai anak-anaknya dengan cinta fitrah ibu yang tulus. Masyithoh berjuang, bekerja, dan rela letih untuk membahagiakan mereka di dunia dan di akhirat.

Bayangkan, anaknya yang terkecil direnggut dari belaian tangannya. Si sulung diambil paksa. Baca Lanjutannya…

Kathy (Pemudi Amerika; memeluk Islam setelah membaca terjemahan Al-Qur’an)

camelsSaya mengakhiri tugas di organisasi pendidikan Maryland dengan
kedudukan sebagai Ketua Departemen Matematika untuk kemudian
bergabung dengan Sekolah Islam Seattle, sebagai Kepala Sekolah. Kathy
bertugas sebagai sekretaris di sekolah ini, ia juga aktif sebagai seorang
pekerja sosial Muslimah di lingkungannya. Ia memeluk Islam secara unik
yang di jalaninya sendiri.
Berikut ini adalah kisah yang diceritakannya kepada saya:
“Sewaktu masih duduk di Sekolah Dasar, saya ditemani ibu pergi
mengunjungi perpustakaan umum. Perpustakaan ini tidak membuang
begitu saja buku-buku duplikat dan buku-buku yang sudah waktunya
diganti. Mereka menjual buku-buku itu dengan harga murah untuk
mengumpulkan dana. Penjualan buku murah pun sedang berlangsung
ketika saya datang ke perpustakaan itu. Baca Lanjutannya…

ANWAR DAN SANG BURUNG KECIL

bird1Ketika Anwar sedang berjalan pulang dari sekolah, hujan mulai turun sangat lebat. Setelah makan malam, sebelum memulai pekerjaan rumahnya, dia bertanya kepada ibunya apakah dia boleh melihat hujan dulu sebentar. Ibu bilang bahwa Anwar boleh melihatnya sebentar saja. Anwar melihat ke jendela dan mulai memperhatikan hujan yang turun di luar. Ada orang berjalan di jalanan dengan memakai payung, dan yang tidak mempunyai payung merapatkan diri mereka ke bangunan. Tak lama kemudian, gumpalan hujan mulai terbentuk di mana-mana. Mobil yang lewat memuncratkan air ke sisi jalan dan orang berlarian dari pemberhentian agar tidak kebasahan. Anwar berpikir betapa menyenangkannya berada di dalam rumah dan dia harus lebih bersyukur kepada Allah Yang telah memberinya makanan dan rumah yang hangat untuk tinggal. Pada saat itu juga, seekor burung jelatik hinggap di bingkai jendela. Anwar berpikir bahwa burung malang itu pasti sedang mencari tempat berteduh dari hujan, dan dia segera membuka jendela.

“Hai, namaku Anwar,” katanya. Baca Lanjutannya…

Allah Mengujiku dengan Empat Nyawa

yaya-editNamanya Khairiyah. Ibu dari tiga anak ini Allah uji dengan cobaan yang luar biasa. Setelah suaminya meninggal, satu per satu, anak-anak tercinta yang masih balita pun pergi untuk selamanya.

Hidup ini memang ujian. Seperti apa pun warna hidup yang Allah berikan kepada seorang hamba, tak luput dari yang namanya ujian. Bersabarkah sang hamba, atau menjadi kufur dan durhaka.

Dari sudut pandang teori, semua orang yang beriman mengakui itu. Sangat memahami bahwa susah dan senang itu sebagai ujian. Tapi, bagaimana jika ujian itu berwujud dalam kehidupan nyata. Mampukah?

Hal itulah yang pernah dialami Bu Khairiyah. Semua diawali pada tahun 1992.

Waktu itu, Allah mempertemukan jodoh Khairiyah dengan seorang pemuda yang belum ia kenal. Perjodohan itu berlangsung melalui sang kakak Baca Lanjutannya…

Kesenjangan

elang1Seekor anak elang begitu serius menatapi suasana kehidupan dari atas bukit. Pandangannya yang tajam terus mengikuti hampir setiap gerakan yang muncul. Ular yang merayap dari bebatuan satu ke bebatuan lain. Kelinci yang melompat dari rerumputan satu ke rerumputan lain. Ikan-ikan yang melenggak-lenggok mengusik kejernihan bayangan permukaan air. Dan lain-lain.

Satu hal yang membingungkan si anak elang: semua gerakan itu tampak begitu lamban. Bagaikan kombinasi beberapa titik yang bergerak lambat. “Kenapa mereka begitu lambat?” ujarnya dalam seribu satu keingintahuan.

Ia pun mengangguk-angguk ketika beberapa elang dewasa memangsa hewan-hewan di bawah bukit itu dengan mudah. “Tentu saja kena. Mereka begitu lamban!” gerutunya penuh yakin.

“Kamu tidak turun memangsa, Nak?” Baca Lanjutannya…