Arsip | Kisah Sejarah Islam RSS for this section

Arab Pra Islam (Serial Sejarah Hidup Nabi Muhammad : 1)

Ilustrasi

Sumber Peradaban Pertama
PENYELIDIKAN mengenai sejarah peradaban manusia dan dari mana pula asal-usulnya, sebenarnya masih ada hubungannya dengan zaman kita sekarang ini. Penyelidikan demikian sudah lama menetapkan, bahwa sumber peradaban itu sejak lebih dari enam ribu tahun yang lalu adalah Mesir. Zaman sebelum itu dimasukkan orang kedalam kategori pra-sejarah. Oleh karena itu sukar sekali akan sampai kepada suatu penemuan yang ilmiah. Sarjana-sarjana ahli purbakala (arkelogi) kini kembali mengadakan penggalian-penggalian di Irak dan Suria dengan maksud mempelajari soal-soal peradaban Asiria dan Funisia serta menentukan zaman permulaan daripada kedua macam peradaban itu: adakah ia mendahului peradaban Mesir masa Firaun dan sekaligus mempengaruhinya, ataukah ia menyusul masa itu dan terpengaruh karenanya?

Apapun juga yang telah diperoleh sarjana-sarjana arkelogi dalam bidang sejarah itu, samasekali tidak akan mengubah sesuatu dari kenyataan yang sebenarnya, yang dalam penggalian benda-benda kuno Tiongkok dan Timur Jauh belum memperlihatkan hasil yang berlawanan. Kenyataan ini ialah bahwa sumber peradaban pertama – baik di Mesir, Funisia atau Asiria – ada hubungannya dengan Laut Tengah; dan bahwa Mesir adalah pusat yang paling menonjol membawa peradaban pertama itu ke Yunani atau Rumawi, dan bahwa peradaban dunia sekarang, masa hidup kita sekarang ini, masih erat sekali hubungannya dengan peradaban pertama itu. Baca Lanjutannya…

Iklan

Tahukah anda Siapa Pembunuh Abu Jahal?

Ilustrasi

Abdurrahman bin Auf didatangi dua orang remaja dari kaum anshar, yaitu Muaz bin Amr Al-jamuh, 14 tahun dan Muawwiz bin Afra berumur 13 tahun. Kedua duanya bersenjatakan pedang. Tentara Quraisy seolah olah tidak menghiraukan kehadiran dua remaja itu karena menganggap kedua duanya tidak berbahaya. Mereka lebih memilih Abdurrahman bin Auf agar ditawan hidup hidup untuk dijadikan tebusan karena dia terkenal sebagai saudagar yang kaya.

Dalam kondisi kerusuhan pertempuran, Abdurrahman bin Auf berteriak ,” Wahai anak, kamu masih terlalu muda untuk terlibat di peperangan ini, sebaiknya engkau menjauhlah dari tempat ini.” Baca Lanjutannya…

Haji Agus Salim: Sang Pembela Kebenaran

Agus Salim bersama Soekarno

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rosyid Nurul Hakim
Puluhan tahun yang lalu, dalam sebuah acara diplomatik di London, seorang pria berdiri tegak. Tubuhnya terbilang kecil, jika dibandingkan dengan perawakan tubuh bangsa Eropa yang tinggi besar. Ketika itu,  pria kecil itu menggunakan peci hitam yang menutupi rambutnya yang putih. Dari mulutnya keluar asap pekat yang berbau khas.

Perawakannya yang berbeda dengan tamu undangan yang lain, serta bau khas yang keluar dari rokoknya, membautnya menjadi pusat perhatian. “Apa itu yang anda hisap, tuan?” ujar salah seorang pria Eropa yang pertanyaannya sudah mewakili rasa penasaran sebagian besar tamu undangan.

‘’Ini, yang mulia, adalah alasan mengapa Barat ingin menguasai dunia,” ujarnya. Padahal dia hanya sedang menghisap rokok kretek yang memang menghasilkan aroma khas pada asapnya. Aroma itu berasal dari cengkeh, rempah yang diburu oleh bangsa barat pada masa kolonial.
Baca Lanjutannya…

Simbol Arsitektur Kejayaan Turki Utsmani

Kesultanan Ottoman atau Kesultanan Turki Utsmani didirikan oleh Bam Utsman. Mereka berkuasa selama beberapa abad dan salah satu sultan Ustmani yang terkenal adalah Sultan Mehmed II atau yang lebih familier di telinga kita dengan Sultan Muhammad Al Fatih, penakluk Kekaisaran Byzantium Konstantinopel. Beliaulah yang memerintahkan pembangunan istana untuk tempat tinggal para sultan dan keluarga kerajaan, yakni istana yang sangat megah yang mewakili puncak peradaban dan arsitektural bergaya islam Turki, Istana Topkapi.

Istana Topkapi yang kini menjadi museum di Istanbul, merupakan warisan terbesar Kerajaan Turki Utsmani. Selain Istana Topkapi, Kerajaan Turki Utsmani juga mewariskan masjid, gedung, sekolah, hingga jembatan saat kejayaan Kerajaan Bam Utsman pada abad ke-16. Keberadaan bangunan-bangunan itu, seakan menunjukkan kemajuan bidang arsitektur Islam dan para arsiteknya yang ulung. Baca Lanjutannya…