Inspirasi Columbus buat Hardianto

“Kalau saya tidak pernah berani kesasar, kalian tidak akan pernah menemukan jalan baru.” (Christopher Columbus)

Itulah jawaban Christopher Columbus saat dirinya ditertawakan oleh orang-orang Spanyol karena tersasar dalam misi perjalanan laut menemukan India, atas perintah Ratu Isabel. Namun dia berhasil mendarat di benua Amerika Selatan yang kemudian dinamakannya Indian (sebagai bentuk kekecewaannya tidak menemukan India).

Kisah Christopher Columbus, menjadi inspirasi bagi Harles Hardianto, seorang pejuang hidup yang pantang menyerah menekuni bisnis kecil-kecilannya sebagai penjual jajanan. Hardianto pada awalnya adalah tukang mi ayam di kedai milik pengusaha lokal di Paninggilan Utara, RT 02/13, Kelurahan Paninggilan Utara, Kecamatan Ciledug, Tangerang, yang cukup digandrungi pengunjung. Dalam perjanjian, Hardianto memprediksi bisa mengantongi rata-rata Rp 70 ribu per hari. Baca Lanjutannya…

Iklan

Themise Cruz: Semua Bayi Terlahir Sebagai Muslim

Semua bayi yang lahir ke dunia adalah seorang Muslim. Hanya saja, tidak ada yang menyadari hal tersebut. Demikian keyakinan Themise Cruz setelah dirinya memeluk Islam beberapa tahun silam.

“Kita lahir dalam keadaan Islam. Sayang, budaya sekitar kita yang mengubah kenyataan itu. Tapi Allah rupanya menyayangiku, ia berikan hidayah padaku untuk kembali pada Islam,” papar dia.

Themis menuturkan perkenalannya pada Islam diawali saat ia mengikuti pelatihan di kampus selama bulan Ramadhan. Pelatihan itu digelar mahasiswa Muslim guna memperkenalkan Islam kepada warga kampus. “Di kampuslah, saya bertemu dengan Muslimah yang mengundang saya ke rumahnya untuk belajar dan makanan,” kenang Themise.

Awalnya, ia merasa risih dengan perbedaan budaya antara ia dan temannya. Sempat terpikir untuk menolak, namun ia tidak mau terjebak dalam sterotip negatif tentang Islam. Ia harus membuka pikirannya tentang apa yang menjadi pandangan umum masyarakat Amerika Serikat saat itu.

Tapi sang Pencipta yang memberikan jalan kepada Themise untuk terikat dengan persahabatan dengan Muslimah, yang merupakan imigran dari Timur Tengah. Ia selanjutnya diperkenalkan dengan gaya hidup Islam. Dari persahabatan itulah, ia tahu setiap Muslim dilarang untuk mengkonsumsi alkohol dan daging babi. Ia juga menyaksikan sahabatnya itu melaksanakan shalat dan berpuasa. Baca Lanjutannya…

Wanita-Wanita Pengukir Sejarah (bagian ke-3): Aisyah binti Abu Bakar

3. Aisyah binti Abu Bakar

dakwatuna.com – Nama lengkapnya Aisyah binti Abi Bakar bin Utsman, biasa dipanggil Ummu Abdillah, dan digelari Ash-Shiddiqah (wanita yang membenarkan). la juga masyhur dengan panggilan ummul mukminin, dan Al-Humaira’, karena warna kulitnya sangat putih.

la dilahirkan tahun ke-4 atau ke-5 setelah kenabian. la menceritakan, bahwa Nabi pernah mengatakan kepadanya, “Aku bermimpi melihat kamu sebanyak dua kali. Malaikat datang kepadaku dengan membawa selembar kain sutra (foto) sambil berkata, “Inilah istrimu, maka bukalah penutup wajahnya!” Setelah kubuka, ternyata itu adalah kamu. Maka aku berkata, “Sekiranya perkara ini datangnya dari Allah, pasti ia terlaksana.” (HR. Al-Bukhari)

Pada saat Rasulullah menikahi Aisyah, beliau memberinya mahar sebesar 400 dirham. Baca Lanjutannya…

Wanita-Wanita Pengukir Sejarah (bagian ke-2): Saudah binti Zam’ah

2. Saudah binti Zam’ah

dakwatuna.com – Nama lengkapnya Saudah binti Zam’ah bin Qais. Ia masuk Islam bersama suaminya, Sakran bin Amr, di masa awal dakwah Islam. la ikut berhijrah ke Habasyah (Ethiopia). Suaminya meninggal di Mekah setelah ia pulang dari Habasyah bersama kaum muslimin. Ia berpostur tubuh tinggi dan kurus. la terkenal suka berkelakar, bercanda, dan humor. la adalah wanita yang suka berderma.

la merawikan 5 hadits dari Nabi. Di antaranya, ia berkata, “Ada seorang laki-laki yang datang menemui Nabi sembari berkata, “Ayahku telah lanjut usia dan ia sudah tidak mampu menunaikan haji.” Nabi bersabda, “Bukankah seandainya ayahmu punya utang, lalu kamu melunasinya, dan itu akan diterima? ” “Ya”, jawab laki-laki itu. “Allah Maha Pengasih, maka tunaikanlah haji atas nama ayahmu!” kata Nabi.

Saudah RA adalah wanita pertama yang dinikahi Rasulullah setelah Khadijah RA meninggal. Ia menjadi satu-satunya istri Nabi saw selama tiga tahun sebelum nabi menikah dengan Aisyah RA. Baca Lanjutannya…

Umpan

Ilustrasi

Seorang pemburu muda tampak setengah berlari menuju pepohonan rindang. Wajahnya menunjukkan kelelahan yang begitu serius. Nafasnya masih tersengal.

“Uh, ternyata sulit sekali memburu macan tutul,” ucapnya kepada seorang rekannya yang lebih senior.

“Dengan cara apa kamu memburu macan tutul?” ucap si pemburu senior sambil memperbaiki posisi duduknya di bawah rindangnya pepohonan di sebuah tepian hutan.

“Aku terus melacak jejaknya. Sudah kusiapkan senjata berjenis jarak jauh yang akurat. Kalau saja macan itu sudah kutemukan…,” jelasnya kemudian.

“Saudaraku, lihatlah di balik pohon besar itu!” ucap si pemburu senior sambil menunjuk sebuah kerangkeng besi. Baca Lanjutannya…

Tahukah anda Siapa Pembunuh Abu Jahal?

Ilustrasi

Abdurrahman bin Auf didatangi dua orang remaja dari kaum anshar, yaitu Muaz bin Amr Al-jamuh, 14 tahun dan Muawwiz bin Afra berumur 13 tahun. Kedua duanya bersenjatakan pedang. Tentara Quraisy seolah olah tidak menghiraukan kehadiran dua remaja itu karena menganggap kedua duanya tidak berbahaya. Mereka lebih memilih Abdurrahman bin Auf agar ditawan hidup hidup untuk dijadikan tebusan karena dia terkenal sebagai saudagar yang kaya.

Dalam kondisi kerusuhan pertempuran, Abdurrahman bin Auf berteriak ,” Wahai anak, kamu masih terlalu muda untuk terlibat di peperangan ini, sebaiknya engkau menjauhlah dari tempat ini.” Baca Lanjutannya…

Muslim Cagayan Kesulitan Mencari Produk Halal

Muslim Filipina (ilustrasi)

Muslim Filipina mengaku alami kesulitan untuk mencari produk halal di Kota Cagayan de Oro. Kalau pun ada, sulit untuk dijangkau.

“Sangat sulit untuk mencari produk halal di sini,” komentar Sittie Aida Saripada, mahasiswa Universitas Xavier, seperti dikutip dari goldstardailynews.com, Senin (23/4).

Selain jauh, kata Sittie, di Kota Cagayan banyak toko yang menjual produk halal, namun saat diketahui pemiliknya bukan seorang Muslim. Sebabnya, Muslim menjadi ragu untuk membelinya.

Pendapat senada juga diungkap mahasiswa Universitas Negara Mindanao (MSU), Sittie Yasmin Busran. Ia mengatakan jumlah restoran atau toko yang menjual makanan halal kebanyakan dimiliki non-Muslim. Itu sebabnya, banyak keraguan dari kalangan Muslim terkait dari status halal makanan tersebut. “Karenanya, aku sering membuat makanan sendiri. Ya, mau bagaimana lagi,” kata dia. Baca Lanjutannya…