Simbol Arsitektur Kejayaan Turki Utsmani


Kesultanan Ottoman atau Kesultanan Turki Utsmani didirikan oleh Bam Utsman. Mereka berkuasa selama beberapa abad dan salah satu sultan Ustmani yang terkenal adalah Sultan Mehmed II atau yang lebih familier di telinga kita dengan Sultan Muhammad Al Fatih, penakluk Kekaisaran Byzantium Konstantinopel. Beliaulah yang memerintahkan pembangunan istana untuk tempat tinggal para sultan dan keluarga kerajaan, yakni istana yang sangat megah yang mewakili puncak peradaban dan arsitektural bergaya islam Turki, Istana Topkapi.

Istana Topkapi yang kini menjadi museum di Istanbul, merupakan warisan terbesar Kerajaan Turki Utsmani. Selain Istana Topkapi, Kerajaan Turki Utsmani juga mewariskan masjid, gedung, sekolah, hingga jembatan saat kejayaan Kerajaan Bam Utsman pada abad ke-16. Keberadaan bangunan-bangunan itu, seakan menunjukkan kemajuan bidang arsitektur Islam dan para arsiteknya yang ulung.

Sejarah mencatat, sedikitnya 24 orang sultan dari dinasti Turki Utsmani pernah menempati istana ini hingga 1839 M. Selain sebagai tempat kediaman sultan, Istana Topkapi juga merupakan pusat pemerintahan Turki pada masa lalu. Secara keseluruhan, Istana Topkapi memiliki ratusan kamar, namun hanya beberapa saja yang diperlihatkan kepada khalayak.

Istana yang terletak di titik pertemuan Selat Bosphorus, Tanjung Tanduk Emas (Golden Horn) dan Laut Marmara ini merupakan bangunan khas Turki yang mempunyai taman-taman indah yang menghubungkan antara satu bangunan dan bangunan lainnya. Taman-taman yang hijau ini dipenuhi pohon-pohon besar yang rindang.

Didirikan di atas tanah seluas 700 ribu meter persegi, Istana Topkapi mulai dibangun pada 1453. Diawali dengan keinginan Sultan Mehmed II untuk membangun sebuah istana sebagai pusat Kesultanan Turki Utsmani. Sebagai catatan, Sultan Mehmed II menguasai Istanbul setelah menaklukannya dari tangan Kekaisaran Roma pada 1453. Dari sanalah Istana Topkapi mulai dibangun dan terus mengalami berbagai perubahan sampai 1850.

Berbagai jenis keramik, woodwork dan gaya arsitektur ditampilkan di Istana Topkapi. Sedikitnya, ada lima orang yang terlibat merancang bangunan Istana Topkapi ini. Mereka adalah Sultan Mehmed II, Aluddin, Davud Aga, Mimar Sinan. dan Sarkis Balyan. Dengan perpaduan dari kelima arsitek ini, tak heran bila bangunan Istana Topkapi dianggap sebagai sebuah bangunan terbaik hingga kini. Ini semua menunjukkan perkembangan seni aristektur di Turki sudah demikian maju. Kompleks Istana Topkapi ini tercatat pernah mengalami renovasi sebanyak dua kali, yakni setelah gempa bumi 1509 dan kebakaran tahun 1665.

Seiring dengan perkembangan zaman dan pergantian kekuasaan, Istana Topkapi makin diperindah lagi. Di antaranya penambahan paviliun Baghdad pasca penaklukan Kota Baghdad. Dan lainnya menambahkan Paviliun Revan untuk memperingati misi Revan. Kini, dalam Istana Topkapi dipenuhi dengan pilar-pilar disain Yunani, jam-jam besar lukisan ayat-ayat Alquran (kaligrafi), lukisan Prancis, cermin Belgia, dan lainnya.

Bangunan Istana Topkapi terbagi atas empat bagian besar yang dipisahkan oleh tiga gerbang utama. Pada bagian pertama istana terdapat sebuah gereja yang dibangun orang Romawi. Kendati demikian, bangunan itu kini digunakan sebagai gedung teater. Selain difungsikan sebagai museum, istana ini juga dimanfaatkan buat pertunjukan opera setiap musim panas selama berlangsungnya Festival Internasional Istanbul.
Di sekitar kompleks Istana Topkapi, yang dikelilingi tembok sepanjang lima kilometer dan empat taman yang rindang, juga dibangun berbagai bangunan pelengkap lainnya, seperti hareem section, paviliun, dapur, ruang pertemuan, dan barak militer. Kelima bangunan ini berada di bagian kedua istana.

Dan bagian terpenting dari kompleks itu adalah hareem section. Di bangunan yang berbentuk apartemen inilah, istri-istri dan ibu para sultan Turki, bertempat tinggal. Para istri tersebut diajarkan cara menari, menyulam, dan memainkan beberapa instrumen musik. Selain sultan, para istri yang berasal dari berbagai negara ini tidak boleh dilihat orang lain. Mereka dijaga dengan ketat oleh para pengawal.

Ada pula sebuah ruangan yang digunakan untuk pertemuan rahasia. Di ruangan ini terdapat pancuran air untuk mengelabui suara saat pertemuan berlangsung!

Pada bagian ketiga Istana Topkapi terdapat sekolah untuk murid berumur 10 tahun. Semua anak-anak tersebut dipilih oleh sultan dari berbagai pelosok Turki. Sedangkan tempat tinggal para sultan berada di kawasan keempat. Tempat ini biasanya digunakan sultan untuk berbuka puasa pada hari pertama Ramadhan.

Sementara itu, pada bagian depan Istana Topkapi terdapat pintu gerbang yang berfungsi sebagai pintu masuk ke dalam istana. Bangunan ini berupa dua buah menara berbentuk persegi delapan. Bentuk arsitektur pintu gerbang ini merupakan pengaruh dari Bizantium. Pada prasastinya. tertulis pintu ini dibuat pada 1542.

Setelah masuk ke bagian dalam, terdapat dua buah bangunan yang sangat besar. Bangunan pertama adalah bagian dari imperial mint dan dikelilingi oleh tembok-tembok yang sangat tinggi. Bangunan yang didirikan pada 1727 iai berfungsi sebagai kantor atau taman luar.
Sedangkan bangunan kedua atau setelah melewati bangunan tengah (pertama tadi), pengunjung dapat menyaksikan sebuah bangunan yang merupakan tempat berkumpulnya para pejabat istana. Di sini terdapat taman penuh burung merak dan rusa. Bangunan ini dibuat sekitar tahun 1465.

Bagian dapur Istana Topkapi juga memiliki luas yang cukup besar, dengan peralatan yang lengkap dan terbilang canggih pada masa itu Konon, dapur Istana Topkapi mem ru istana sultan di Edirne. Arsitekturnya lah Mimar Sinan.
Keberadaan dapur istana ini, menunjukkan tingginya nilai pusaka kuliner Turki yang hingga kini masih dipertahankan. Para Sultan Turki di masa lalu memang merupakan patron utama yang menjaga budaya kuliner Turki yang kaya ru

Selain itu juga ada ruangan khusus penyimpanan Relekui Suci yang banyak sekali berisi peninggalan sejarah islam. Di antaranya yang paling menarik adalah relikui Rasulullah dan 4 sahabatnya. Benda-benda itu ditempatkan di ruangan yang terpisah dari bangunan utama Istana Topkapi dan berada di ruang yang disebut Paviliun Relikui Suci. Selain menjadi bukti kebesaran Islam, Dinasti Ottoman itu sendiri adalah sebuah lambang kejayaan Islam di wilayah yang sekarang masuk ke dalam wilayah Eropa tersebut.

Bagaimana relikui Rasulullah bisa sampai jauh dari tanah asal tempat Nabi hidup? Sejarah dimulainya pengumpulan relikui tersebut bermula dari masa pemerintahan Sultan Selim I (1512-1520). Taj al-Tawarikh (Catatan Kejadian Para Raja) yang ditulis Sadeddin Effendi menyebutkan, ketika itu Sultan Selim hampir tiap malam tidak dapat tidur. Dalam kondisi seperti itu, dia selalu ditemani Hasan Can (ayah Sadeddin Effendi). Mereka selalu terlibat diskusi yang serius.

Penaklukan itulah awal kisah keberadaan relikui di Istana Topkapi. Saat kembali ke Turki, Sultan Salim membawa serta relikui Nabi Muhammad yang sekian lama disimpan Kesultanan Mamluk. Relikui itu adalah mantel, tongkat, gigi (yang tanggal pada Perang Uhud), segenggam janggut, bendera, pena, sajadah, tasbih kayu, bakiak atau terompah, pedang hitam (Pedang Nabawi), busur panah, serban, dan sabuk. selain itu, masih ada beberapa relikui lainnya, termasuk pedang-pedang milik 4 sahabat Nabi.

Pengumpulan relikui tersebut terus berlanjut. Setelah Sultan Selim I, para penggantinya pun dengan antusias melakukan hal serupa. Wilayah pengumpulannya pun meluas hingga Oran, Baghdad, dan banyak wilayah lainnya. Dari Kairo dan Makkah pun masih banyak lagi yang dibawa ke Turki.

Salah satu yang mengagumkan adalah cetakan telapak kaki Nabi Muhammad. Benda itu diboyong dari Tripoli, Libya. Telapak kaki itu dipercaya tercetak saat Rasulullah melakukan Mi’raj dari Masjidil Aqsa. Atas kuasa Allah, saat hendak naik ke langit, pada batu tempat berpijaknya tercetak telapak kaki beliau. Yang tersimpan di istana Topkapi hanya cetakan telapak kaki kanan, sedangkan cetakan telapak kaki kiri masih tersimpan di Masjidil Aqsa sampai sekarang.

Tak kalah pentingnya adalah beberapa surat dan segel peninggalan nabi. Surat-surat itu ditujukan pada beberapa orang. Perlu dicatat, pada bagian bawah surat-surat itu selalu tertera segel yang bertuliskan Muhammad Rasullulah. Segel tersebut terbuat dari batu merah Cornelian. Tadinya segel tersebut berbentuk bulat, diikat dengan perak, dan dipakai sebagai cincin di jari Nabi. Saat Nabi Muhammad wafat, cincin segel itu diwariskan pada Abubakar, kemudian ke Umar bin al-Khattab, dan Usman bin Affan. Usman secara tidak sengaja menjatuhkannya ke dalam Sumur Eris dan mencarinya hingga beberapa hari tetapi tidak ditemukan.

Maka selanjutnya Usman membuat segel dengan kalimat yang sama dan diwariskan kepada Dinasti Umayyah dan Abbasiyah. Segel tersebut ditemukan di Baghdad dan dibawa ke Topkapi. Dengan begitu boleh diasumsikan bahwa segel tersebut dipakai oleh para pemimpin Dinasti Abbasiyah yang bermukim di Irak. Asumsi itu mendapat pembuktian jika kita mencermati bentuk teraan segel pada surat-surat yang ada di Topkapi. Pada surat-surat Nabi, teraan segelnya bulat dan itu dibuat sebelum segelnya dijatuhkan Usman, sementara segel yang disimpan di Topkapi berbentuk kotak.

Peninggalan penting lainnya adalah manuskrip Alquran yang pertama. Sebelum Alquran disatukan menjadi kitab, manuskrip pertama Alquran dituliskan di atas lembaran kulit binatang. Salah satu yang tersimpan di Topkapi menyuratkan Surat Al Qadar. Tak hanya relikui Rasulullah, Topkapi juga menyimpan banyak relikui tokoh-tokoh lainnya yang dikenal dalam sejarah Islam. Beberapa bisa disebutkan antara lain potongan serban Syeh Abdul Qodir Jaelani, mangkuk Nabi Ibrahim, tongkat Nabi Musa, pedang Nabi Daud, serban Nabi Yusuf, jubah dan sajadah Fatimah al Zahra.

Masih banyak lagi relikui yang belum disebutkan. Yang pasti, jika anda berkunjung ke situ, Anda seperti tengah berpesiar ke alam spiritual para tokoh agama. Lebih menarik lagi, pada Paviliun Relikui Suci, kita bisa mendengar alunan bacaan Alquran oleh 24 orang Hafiz Quran secara bergantian 24 jam nonstop. Dan menariknya, lantunan ayat suci itu sudah berlangsung tanpa jeda sejak tahun 1517.

Kini bangunan istana masuk dalam situs cagar budaya di bawah pengelolaan Departemen Budaya dan Pariwisata Turki***

Sumber : http://cahayasiroh.com/index.php?option=com_content&view=article&id=155:simbol-arsitektur-kejayaan-turki-utsmani&catid=68:jejak-sejarah&Itemid=238

Tag:,

Silahkan Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s