Arsip | Kisah Hikmah Non Fiksi RSS for this section

Hijrahnya Seorang Preman Terminal

Terminal (Ilustrasi)

Oleh: Adit Purana

dakwatuna.com - Angkot yang biasa, dan sore yang seperti biasa. Tidak ada yang istimewa, tidak ada yang lain dari biasanya. Begitulah suasana di sore hari setelah dari kampus. Saya yang hendak ke Cijerah pun memilih sebuah mobil colt, angkot berwarna krem-hijau yang ke arah Ciroyom. Angkot Ciroyom-Lembang. Setelah beberapa saat ngetem di pertigaan Setiabudhi-Gegerkalong Girang, angkot pun mulai melaju, pelan. Maklum lah jalannya pelan, belum penuh terisi. Jadi sopir pun hendak cari penumpang.

Keadaan mulai terasa lain saat angkot yang saya tumpangi berpapasan dengan sebuah angkot dari trayek yang sama, angkot Ciroyom-Lembang yang sama-sama menuju ke arah Ciroyom. Salah satu kebiasaan para supir angkot trayek ini adalah menyapa sesama supir angkot Ciroyom-Lembang yang kebetulan berpapasan. Begitu pun yang dilakukan oleh supir muda yang angkotnya saya tumpangi ini, dia yang seorang pemuda masih ABG pun menyapa supir sesama angkot Ciroyom-Lembang. Tak ada yang menyangka apa yang akan dialami oleh si supir muda ini. Baca Lanjutannya…

Inspirasi Columbus buat Hardianto

“Kalau saya tidak pernah berani kesasar, kalian tidak akan pernah menemukan jalan baru.” (Christopher Columbus)

Itulah jawaban Christopher Columbus saat dirinya ditertawakan oleh orang-orang Spanyol karena tersasar dalam misi perjalanan laut menemukan India, atas perintah Ratu Isabel. Namun dia berhasil mendarat di benua Amerika Selatan yang kemudian dinamakannya Indian (sebagai bentuk kekecewaannya tidak menemukan India).

Kisah Christopher Columbus, menjadi inspirasi bagi Harles Hardianto, seorang pejuang hidup yang pantang menyerah menekuni bisnis kecil-kecilannya sebagai penjual jajanan. Hardianto pada awalnya adalah tukang mi ayam di kedai milik pengusaha lokal di Paninggilan Utara, RT 02/13, Kelurahan Paninggilan Utara, Kecamatan Ciledug, Tangerang, yang cukup digandrungi pengunjung. Dalam perjanjian, Hardianto memprediksi bisa mengantongi rata-rata Rp 70 ribu per hari. Baca Lanjutannya…

Themise Cruz: Semua Bayi Terlahir Sebagai Muslim

Semua bayi yang lahir ke dunia adalah seorang Muslim. Hanya saja, tidak ada yang menyadari hal tersebut. Demikian keyakinan Themise Cruz setelah dirinya memeluk Islam beberapa tahun silam.

“Kita lahir dalam keadaan Islam. Sayang, budaya sekitar kita yang mengubah kenyataan itu. Tapi Allah rupanya menyayangiku, ia berikan hidayah padaku untuk kembali pada Islam,” papar dia.

Themis menuturkan perkenalannya pada Islam diawali saat ia mengikuti pelatihan di kampus selama bulan Ramadhan. Pelatihan itu digelar mahasiswa Muslim guna memperkenalkan Islam kepada warga kampus. “Di kampuslah, saya bertemu dengan Muslimah yang mengundang saya ke rumahnya untuk belajar dan makanan,” kenang Themise.

Awalnya, ia merasa risih dengan perbedaan budaya antara ia dan temannya. Sempat terpikir untuk menolak, namun ia tidak mau terjebak dalam sterotip negatif tentang Islam. Ia harus membuka pikirannya tentang apa yang menjadi pandangan umum masyarakat Amerika Serikat saat itu.

Tapi sang Pencipta yang memberikan jalan kepada Themise untuk terikat dengan persahabatan dengan Muslimah, yang merupakan imigran dari Timur Tengah. Ia selanjutnya diperkenalkan dengan gaya hidup Islam. Dari persahabatan itulah, ia tahu setiap Muslim dilarang untuk mengkonsumsi alkohol dan daging babi. Ia juga menyaksikan sahabatnya itu melaksanakan shalat dan berpuasa. Baca Lanjutannya…

Mustafa Davis: Memeluk Islam Setelah Membaca Surah Maryam

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Devi Anggraini Oktavika
Mustafa Davis lahir dan dibesarkan di wilayah teluk di Kalifornia Utara. Ia kini dikenal sebagai pembuat film dan seniman dunia. Sebagai seniman, Davis mencintai keindahan. Dan keindahan paling indah di matanya adalah senyum seorang pria sederhana yang tulus, yang membawanya pada Islam 16 tahun lalu.

Semua berawal pada suatu Rabu di bulan Mei 1996, Davis bertemu dengan seorang teman dalam perjalanannya menuju kampus. Belakangan Davis tahu ia dan pria bernama Whitney Canon itu belajar dalam kelas bahasa Prancis yang sama. Lalu, mengetahui bahwa Whitney adalah seorang seniman dan musisi sepertinya, Davis kerap menghabiskan waktu bersamanya setelah itu, terutama di ruang piano di aula musik kampusnya. Baca Lanjutannya…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.